Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling atas. Lapisan ini pada umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Silikat. Itulah sebabnya lapisan litosfer seringkali dinamakan lapisan silikat.
Menurut Klarke dan Washington, batuan di atas permukaan bumi hampir 75% terdiri dari Silikon Oksida dan Alumunium Oksida.
Induk dari segala batuan adalah magma. Magma yaitu batuan cair pijar yang bersuhu tinggi yang terjadi dari berbagai mineral serta gas yang larut didalamnya.
Batuan Beku
Oleh karena terjadinya proses pendinginan maka magma yang panas secara lambat laun membeku. Tempat pembekuan itu, mungkin terjadi di permukaan bumi maupun di dalam permukaan bumi atau bahkan dekat dengan dapur magma. Batuan yang berasal dari magma dinamakan batuan beku.
Batuan Sedimen
Karena pengaruh atmosfer batuan beku di permukaan bumi akan mengalami penghancuran , rusak, dan kemudian terbawa oleh aliran air, hembusan angin, atau oleh es (gletser). Namun tidak jarang pada waktu hujan lebat, batuan akan mengalami penghancuran dan meluncur dikarenakan faktor gravitasi. Batuan yang hancur itu kemudian diangkut atau diendapkan di tempat lain. Sehingga lahirlah batuan endapan yang tertimbun di daerah datarn rendah, sungai, danau, atau laut.
Batuan Malihan (Batuan Metamorf)
Batuan beku maupun batuan sedimen mungkin pada suatu masa karena tenaga endogen, mencapai suatu tempat yang berdekatan dengan magma. Karena bersinggungan dengan dapur magma. Karena persinggungan dengan magma, maka batuan beku maupun batuan sedimen dapat berubah bentuk dan dinamakan batuan metamorf (malihan). Selain karena suhu yang tinggi batuan malihan dapat terbentuk akibat tekanan yang tinggi, ini berlaku pada batuan sedimen.
Pada suatu tempat, batuan malihan akan mengalami pengangkatan, sehingga lapisan yang tadinya berada di dalam bumi muncul ke permukaan bumi. Dapat pula akibat tenaga eksogen, akan terjadi pelapukan, pengangkutan, dan sebagainya, sehingga berubah lagi menjadi batuan sedimen. Hal ini dapat juga terjadi karena aktivitas vulkanisme di tempat tersebut, batuan malihan bertemu dengan resapan magma pijar, batuan malihan itu kemudian berbaur menjadi bagian adonan magma tersebut.
Hal yang sudah saya jelaskan di atas merupakan suatu "Daur ulang" yang lebih tepat disebut "Daur Batuan".
Menurut Klarke dan Washington, batuan di atas permukaan bumi hampir 75% terdiri dari Silikon Oksida dan Alumunium Oksida.
Induk dari segala batuan adalah magma. Magma yaitu batuan cair pijar yang bersuhu tinggi yang terjadi dari berbagai mineral serta gas yang larut didalamnya.
Batuan Beku
Oleh karena terjadinya proses pendinginan maka magma yang panas secara lambat laun membeku. Tempat pembekuan itu, mungkin terjadi di permukaan bumi maupun di dalam permukaan bumi atau bahkan dekat dengan dapur magma. Batuan yang berasal dari magma dinamakan batuan beku.
Batuan Sedimen
Karena pengaruh atmosfer batuan beku di permukaan bumi akan mengalami penghancuran , rusak, dan kemudian terbawa oleh aliran air, hembusan angin, atau oleh es (gletser). Namun tidak jarang pada waktu hujan lebat, batuan akan mengalami penghancuran dan meluncur dikarenakan faktor gravitasi. Batuan yang hancur itu kemudian diangkut atau diendapkan di tempat lain. Sehingga lahirlah batuan endapan yang tertimbun di daerah datarn rendah, sungai, danau, atau laut.
Batuan Malihan (Batuan Metamorf)
Batuan beku maupun batuan sedimen mungkin pada suatu masa karena tenaga endogen, mencapai suatu tempat yang berdekatan dengan magma. Karena bersinggungan dengan dapur magma. Karena persinggungan dengan magma, maka batuan beku maupun batuan sedimen dapat berubah bentuk dan dinamakan batuan metamorf (malihan). Selain karena suhu yang tinggi batuan malihan dapat terbentuk akibat tekanan yang tinggi, ini berlaku pada batuan sedimen.
Pada suatu tempat, batuan malihan akan mengalami pengangkatan, sehingga lapisan yang tadinya berada di dalam bumi muncul ke permukaan bumi. Dapat pula akibat tenaga eksogen, akan terjadi pelapukan, pengangkutan, dan sebagainya, sehingga berubah lagi menjadi batuan sedimen. Hal ini dapat juga terjadi karena aktivitas vulkanisme di tempat tersebut, batuan malihan bertemu dengan resapan magma pijar, batuan malihan itu kemudian berbaur menjadi bagian adonan magma tersebut.
Hal yang sudah saya jelaskan di atas merupakan suatu "Daur ulang" yang lebih tepat disebut "Daur Batuan".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar